BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Kapal slerek atau dikenal getek yang akan dilarung dalam ritual Petik Laut Muncar, diarak keliling pelabuhan, mulai hari Rabu memaoai Perahu kecil yang berisi sesaji itu, kemarin pada hari Kamis (10/7) akan dilarung ke tengah laut.

Getek dengan ukuran empat meter kali 90 centimeter itu, dikirab kelilingi kampung dan Pelabuhan Muncar untuk memberitahukan masyarakat bahwa keesukan harinya pelaksanaan petik laut.
“Perahu getek ini sudah disiapkan satu bulan lalu,” kata ketua panitia Petik Laut, Hasan Basri, 60.
Setelah perahu mini itu dikirab, terang dia, pada malam harinya digelar doa bersama di Pasar Brak Kalimoro, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar yang dibalut dengan selawatan. Baru esuk harinya, digelar puncak ritual petik laut.
“Masyarakat, khususnya di pesisir Pantai Muncar dan tokoh agama kami ajak doa bersama untuk meminta keselamatan,” terangnya
Dalam puncak acara ini, Hasan berharap kehadiran Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani beserta jajarannya. Kehadirannya dinantikan masyarakat untuk membuka ritual yang sudah berlangsung turun temurun ini, (11/07).

“Semoga bupati Ipuk Fiestiandani bersama jajarannya bisa hadir, dengar-dengar Gubernur Jatim juga akan hadir,” harapnya
Menurut Hasan Basri, Petik Laut Muncar ini warisan budaya yang dilaksanakan setiap tahun dan sudah ada sejak 1901.
Kegiatan ini, wujud syukur para nelayan terhadap hasil tangkapan ikan. “Petik laut Muncar kali ini yang ke-124,” jelasnya.
Dalam wujud syukur itu, terang dia, para nelayan melarungkan hasil bumi di tengah laut, tepatnya bertemunya air dari Laut Jawa dan Laut Bali, atau utaranya Perairan Sembulungan.
Salah satu syarat yang dikhususkan untuk dilarung, kepala kambing kendit dan diberi kail pancing emas seberat dua gram. “Kambing itu berwarna hitam dengan glarit putih dibagian perutnya,” jelasnya seraya mengatakan palarungan itu puncak ritual petik laut.
Camat Muncar, Trisetia Supriyanto mengatakan, Petik Laut Muncar murni kegiatan masyarakat sekitar pantai yang digelar setiap tahun.
Dalam acara itu, pemerintah hanya bisa memberikan dukungan dan pendampingan untuk kelancaran prosesi acara. “Pemerintah mensupport penuh dengan digelarnya acara petik laut,” katanya






