BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, mulai memasuki tahapan penting. Bukan hanya soal menentukan rumah mana yang layak mendapatkan bantuan, Pemerintah Kelurahan Gombengsari juga mulai “Menyentuh Akar Rumput” dengan membangun kesiapan mental, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat calon penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan proses verifikasi dan validasi lapangan yang melibatkan Tim BSPS Kabupaten Banyuwangi, Rabu (12/8/2026). Tim turun langsung menyisir kondisi rumah warga untuk memastikan data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah Kelurahan Gombengsari, dengan pemeriksaan intensif antara lain di Lingkungan Lerek dan Lingkungan Kacangan Asri. Pemeriksaan tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi juga menyentuh kondisi fisik bangunan, kelayakan hunian, kondisi keluarga, serta kesesuaian calon penerima dengan indikator yang telah ditetapkan.

Verifikasi tersebut dikawal langsung Betty selaku Tim Verifikator BSPS Banyuwangi wilayah Kecamatan Kalipuro. Pihak kelurahan turut mendampingi proses tersebut melalui Achmad Rizal Sani, SE, atau yang akrab disapa Ichal, selaku Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Gombengsari.

Betty menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan bagian penting untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian antara data dengan kondisi sebenarnya. Terlebih, bantuan perumahan harus benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

“Kami turun langsung ke lapangan, menyusuri wilayah permukiman hingga perkebunan. Kami ingin memastikan kondisi fisik rumah dan keabsahan data benar-benar valid,” tegas Betty di sela-sela peninjauan.

Menurut Betty, ketepatan sasaran bukan hanya persoalan administrasi. Program tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

“Kami ingin memastikan stimulan perumahan ini diterima oleh masyarakat yang tepat dan benar-benar berhak. Pada saat yang sama, kami juga ingin mendorong semangat swadaya masyarakat dalam mewujudkan hunian yang layak,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Gombengsari memilih tidak menunggu sampai bantuan material tiba untuk mulai bergerak. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat justru digencarkan sejak tahap awal.

Ichal menyebut langkah tersebut penting karena BSPS memiliki karakter berbeda dengan bantuan pembangunan rumah yang sepenuhnya dikerjakan pemerintah. Dalam program ini, masyarakat memiliki peran besar melalui swadaya dan gotong royong.

“Karena belum masuk tahap pembangunan fisik, momen ini kami manfaatkan untuk membangun komitmen masyarakat. Kami ingin warga memahami sejak awal bahwa program BSPS bukan sekadar menerima bantuan, tetapi ada semangat swadaya dan gotong royong di dalamnya,” jelas Ichal.

Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar program tidak berhenti pada penyaluran material. Jangan sampai bantuan sudah turun, tetapi semangat kebersamaan dan kesiapan warga justru belum terbentuk.

“Jadi yang kami tata bukan hanya rumahnya, tetapi juga mental dan kebersamaan masyarakatnya. Ketika material bangunan nantinya diturunkan, kami berharap warga sudah siap bekerja bersama dan saling membantu,” tegasnya.

Hasil verifikasi dan penyisiran lapangan sementara menjaring 20 data rumah tidak layak huni yang dinilai memenuhi kriteria dan indikator dalam proses seleksi program. Data tersebut selanjutnya menjadi bagian dari tahapan administrasi dan penetapan penerima sesuai ketentuan yang berlaku.

Penentuan calon penerima juga mempertimbangkan keterpaduan data sosial dan kemiskinan. Prioritas diarahkan kepada keluarga yang masuk dalam basis data penerima bantuan sosial maupun kelompok keluarga rentan sesuai indikator program, sehingga proses seleksi tidak hanya berdasarkan