BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Menjaga infrastruktur pengairan tetap berfungsi optimal menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi air untuk kebutuhan irigasi. Dinas PU Pengairan Banyuwangi terus melakukan pemeliharaan terhadap sejumlah infrastruktur pengairan, salah satunya pintu air di wilayah Kejuron Cluring BCL 3, Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Pemeliharaan tersebut dilakukan pada Selasa (24/9/2026) dengan melakukan pengecatan ulang pada bagian pintu air. Langkah ini menjadi bagian dari perawatan rutin untuk menjaga kondisi konstruksi sekaligus memberikan perlindungan terhadap material pintu air dari potensi korosi atau karat.

Koordinator Sumber Daya Air (KorSDA) Cluring, Nurhalim, menjelaskan bahwa pengecatan bukan semata-mata untuk memperbarui tampilan fisik pintu air. Lapisan cat juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap material sehingga diharapkan dapat memperpanjang masa pemakaian infrastruktur tersebut.

“Pemeliharaan pintu air dengan mengecat dengan cat bronze atau silver untuk menjaga pintu air atau memberikan perlindungan agar tidak menyebabkan korosi atau karatan,” ujar Nurhalim.

Menurutnya, pintu air merupakan bagian penting dalam sistem pengaturan distribusi air. Karena itu, kondisi fisiknya perlu mendapatkan perhatian secara berkala agar mekanisme pengaturan aliran dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemeliharaan secara rutin juga menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kerusakan yang lebih besar. Jika kondisi konstruksi pintu air tetap terjaga, proses pengaturan dan distribusi air di jaringan irigasi diharapkan dapat berlangsung secara lebih optimal.

Nurhalim menegaskan, pengecatan merupakan salah satu bentuk pemeliharaan yang dilakukan terhadap infrastruktur pengairan. Perlindungan terhadap material pintu air dinilai penting mengingat konstruksi tersebut terus berhadapan dengan kondisi lingkungan yang berpotensi memicu munculnya karat dan korosi.

“Jadi ini bagian dari pemeliharaan. Kita berupaya menjaga kondisi pintu air supaya tetap baik dan tidak mudah mengalami karat atau korosi,” tegasnya.

Pintu air yang berada di wilayah Kejuron Cluring BCL 3 tersebut menjadi salah satu bagian dari sistem pengairan yang perlu dijaga keberlangsungannya. Perawatan yang dilakukan secara berkala diharapkan mampu mempertahankan fungsi infrastruktur sekaligus mencegah kerusakan yang dapat mengganggu pengaturan aliran air.

Upaya pemeliharaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur irigasi tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga membutuhkan perawatan berkelanjutan agar usia konstruksi lebih panjang dan manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

Nurhalim berharap pemeliharaan rutin dapat membuat pintu air tetap dalam kondisi baik dan mampu menjalankan fungsinya dalam mendukung kebutuhan pengaturan air di wilayah tersebut.

“Harapannya pintu air tetap terjaga dan bisa digunakan dengan baik untuk mendukung pengaturan air di wilayah ini,” pungkasnya.