
Ngawi, Domainrakyat.com -Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Juli 2026. Sebelum kegiatan MPLS dimulai, proses mobilisasi peserta didik menuju asrama dan lingkungan sekolah akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 11–13 Juli 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, mengatakan bahwa proses penjangkauan calon peserta didik masih terus diperbarui hingga menjelang pelaksanaan MPLS. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kuota peserta didik di setiap jenjang pendidikan dapat terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. “Data calon peserta didik terus kami lakukan pembaruan. Proses penjangkauan masih berjalan agar seluruh kuota yang tersedia dapat terpenuhi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai,” ujar Bonadi.
Berdasarkan data terbaru, jumlah calon peserta didik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tercatat sebanyak tiga orang. Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sempat memenuhi kuota sebanyak 90 calon siswa, namun terdapat 12 calon siswa yang mengundurkan diri, sehingga pemerintah daerah masih melakukan penjangkauan untuk memenuhi kembali kekurangan tersebut. Sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) justru mengalami penambahan peserta. Dari kuota awal sebanyak 90 calon siswa, kini meningkat menjadi 92 calon siswa, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.
Bonadi menegaskan, seluruh peserta didik yang diterima merupakan siswa baru kelas I pada masing-masing jenjang pendidikan. Dengan demikian, seluruh proses pembelajaran akan dimulai dari tingkat awal sesuai kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain persiapan peserta didik, pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 88,96 persen, melampaui target yang direncanakan sebesar 87,9 persen. Capaian tersebut menunjukkan deviasi positif sebesar 0,963 persen, sehingga optimisme terhadap kesiapan fasilitas sekolah semakin tinggi menjelang dimulainya kegiatan MPLS.
Pemerintah Kabupaten Ngawi juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia guna memastikan seluruh tahapan persiapan, baik dari sisi infrastruktur, administrasi, maupun penyelenggaraan pendidikan, berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat dapat berlangsung lancar dan menjadi awal yang baik bagi para peserta didik dalam menempuh pendidikan. Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk karakter, kemandirian, dan semangat belajar bagi generasi muda di Kabupaten Ngawi.


Tinggalkan Balasan