Scroll untuk baca artikel
News

Jembatan Bahteramas Kendari Picu Kekhawatiran Terkait Kesehatan Mental

×

Jembatan Bahteramas Kendari Picu Kekhawatiran Terkait Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
jembatan bahteramas kendari

Kendari – Fenomena meningkatnya kasus kehilangan harapan hidup di sekitar Jembatan Bahteramas Kendari memicu keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat. Wilayah ini kini bukan hanya dikenal sebagai ikon infrastruktur, tetapi juga menyimpan kisah pilu yang mencerminkan kondisi kesehatan mental masyarakat yang memerlukan perhatian serius.

Amril, S.Pd.I., M.Si., Ketua Program Studi Psikologi Islam Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari), menyebut fenomena ini sebagai tanda gentingnya situasi kesehatan mental. Ia menekankan bahwa masalah psikologis tak boleh dianggap sepele, apalagi dijadikan bahan olok-olokan.

“Setiap orang punya tingkat kesabaran berbeda. Ujian yang Allah beri adalah bentuk kepercayaan dan jalan untuk mengangkat derajat manusia,” jelas Amril melalui laman resmi UMKendari.

Akar Permasalahan dan Kurangnya Ruang Aman

Menurut Amril, salah satu pemicu utama keputusasaan adalah depresi berat, yang seringkali dipicu oleh tekanan ekonomi, masalah relasi, atau tekanan batin yang tak terungkap. Ia menyoroti betapa pentingnya ruang aman untuk berbagi, yang masih sangat kurang tersedia dalam masyarakat.

BACA JUGA:  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Musi Rawas Mukhlisin menghadiri kegiatan Gerakan Pangan

“Banyak orang memilih diam karena takut dihakimi. Padahal kita sebagai sesama, bisa berperan besar hanya dengan menjadi pendengar yang baik,” ujarnya.

Keluarga dan Lingkungan Sosial sebagai Garda Terdepan

Peran keluarga dan lingkungan sangat vital dalam menjaga kesehatan mental. Menurut Amril, komentar kecil yang tampak ringan bisa berdampak besar bagi seseorang yang sedang mengalami tekanan. Ia mengingatkan pentingnya menghentikan budaya membandingkan pencapaian hidup orang lain.

“Persepsi itu subjektif. Gurauan bagi kita bisa jadi luka bagi orang lain. Jangan remehkan efek kata-kata,” katanya.

BACA JUGA:  Idul Fitri 1447 H, Kapolres Murung Raya Serukan Kebersamaan Jaga Kamtibmas

Psikologi Islam dan Pendekatan Spiritual

Psikologi Islam hadir dengan pendekatan yang menggabungkan aspek spiritual dan emosional. Praktik dzikir, refleksi diri, dan penguatan iman menjadi bagian dari proses pemulihan yang menyeluruh. Amril menekankan bahwa kekuatan spiritual adalah fondasi ketahanan mental.

“Kami tak hanya fokus pada gejala, tapi juga kekuatan batin untuk menghadapi cobaan,” tambahnya.

Konseling Gratis dan Upaya Edukasi

Sebagai bentuk kepedulian, Prodi Psikologi Islam UMKendari membuka layanan konseling gratis bagi masyarakat umum, baik secara daring maupun luring. Layanan ini dapat diakses melalui nomor 0822-2687-8948 dengan tenaga profesional yang siap membantu secara aman dan rahasia.

Selain itu, mereka juga aktif menyebarkan edukasi lewat media sosial dan kerja sama dengan komunitas. Upaya ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

BACA JUGA:  Polres Madiun Ungkap Puluhan Kasus Penyakit Masyarakat dalam Operasi Pekat Semeru 2026

“Kami sedang berupaya menggandeng pemda agar gerakan ini lebih luas dan berdampak,” ujar Amril.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup pernyataannya, Amril menyampaikan harapan kepada generasi muda agar tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tekanan hidup. Dalam Islam, iman adalah kekuatan, namun dukungan sosial tetap diperlukan.

“Bahkan para nabi sekalipun butuh dukungan dari orang terdekat. Jangan malu untuk meminta pertolongan,” tutupnya.

Dengan meningkatnya kasus keputusasaan di sekitar Jembatan Bahteramas Kendari, sudah saatnya kita bersama mengedepankan empati dan kepedulian terhadap sesama, demi membangun masyarakat yang lebih sehat secara mental dan spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!