Gowa – Tim LONTARA dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) SPACE FT-UH sukses melaksanakan kegiatan simulasi mitigasi bencana tanah longsor di Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (1/8/2026).

Pelaksanaan simulasi melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Puskesmas Parangloe, perangkat desa, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana.

Tim LONTARA beranggotakan 15 mahasiswa Universitas Hasanuddin yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Simulasi mitigasi longsor ini merupakan salah satu program kerja tim yang bertajuk “Pakkatuju”, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis kondisi nyata.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan simulasi. Masyarakat tidak hanya hadir, tetapi juga terlibat langsung sebagai pemeran dalam simulasi. Bahkan, salah seorang remaja Desa Lonjoboko, Halima, turut membantu tim dalam proses pencarian pemeran utama dari masyarakat sehingga kegiatan berlangsung lebih efektif dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin Mappagio, S.H., M.A.P., turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim PPK ORMAWA SPACE FT-UH.

“Kami berharap program LONTARA dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat serta perlindungan dan keselamatan bagi Desa Lonjoboko. Teruslah mengabdi dan berkarya, tim PPK ORMAWA SPACE FT-UH yang inovatif dan tangguh,” pungkasnya.

Selain itu, pemuda desa juga didorong untuk menjadi local hero yang mampu mengambil peran awal dalam proses penyelamatan korban sebelum bantuan datang. Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Parangloe, Jumiati, S.Kep., Ners., yang memberikan arahan serta evaluasi terhadap penanganan korban dalam skenario simulasi agar sesuai dengan prosedur kegawatdaruratan.