Bantaeng – Pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 15.30–17.00 WITA, telah dilaksanakan program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Dusun Borong Ganjeng, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh Zahra Maghfira, mahasiswa Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, dengan mengusung tema “Optimalisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mengurangi Ketergantungan Petani terhadap Pupuk Kimia di Desa Bonto Tiro”. Program ini merupakan bagian dari tema KKN Pertanian dan Teknologi Tepat Guna.
Program kerja tersebut dilaksanakan sebagai upaya memberikan alternatif kepada masyarakat, khususnya petani, dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang lebih ramah lingkungan. Tingginya penggunaan pupuk kimia dalam kegiatan budi daya pertanian menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Selain harganya yang terus meningkat, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang juga dapat menurunkan kualitas tanah dan berdampak terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai salah satu langkah dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa pupuk organik cair (POC) dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti sisa buah dan sayuran.
Selain membantu mengurangi limbah organik, pembuatan POC juga dapat menekan biaya produksi pertanian karena petani mampu memproduksi pupuk sendiri tanpa harus selalu bergantung pada pupuk kimia.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair bersama masyarakat. Masyarakat diperlihatkan tahapan pembuatan POC, mulai dari pemilihan bahan, pencacahan sisa buah dan sayuran, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi yang diperlukan sebelum pupuk siap digunakan.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan serta aktif berdiskusi mengenai manfaat dan cara penggunaan pupuk organik cair pada tanaman.
Menurut Zahra Maghfira selaku pelaksana program kerja, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Saya berharap melalui kegiatan ini masyarakat, khususnya para petani, dapat mengetahui bahwa membuat pupuk organik cair itu tidak sulit karena bahan-bahannya sangat mudah diperoleh. Dengan memanfaatkan sisa buah dan sayuran, kita tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga dapat menghasilkan pupuk yang bermanfaat untuk tanaman sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi secara bertahap,” ujar Zahra.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, Hartuti, yang turut hadir dan mengikuti jalannya sosialisasi serta praktik pembuatan POC.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata karena mengajarkan masyarakat cara mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Program ini sangat bagus karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Dengan adanya POC ini, para petani memiliki alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Selain itu, para ibu rumah tangga juga bisa ikut berperan dalam pembuatannya karena bahan-bahannya berasal dari sisa buah dan sayuran yang sering dijumpai di dapur maupun dibeli di pasar. Jadi, limbah organik bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian,” ungkap Hartuti.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman. Diharapkan keterampilan yang telah diperoleh dapat diterapkan secara mandiri sehingga masyarakat mampu memproduksi pupuk organik sendiri sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Program kerja ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN berlangsung, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Bonto Tiro.
Dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat menghasilkan pupuk organik secara mandiri, mengurangi biaya produksi pertanian, serta menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.



Tinggalkan Balasan