Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja pembuatan biopori sebagai metode pengolahan sampah organik untuk mengurangi timbulan sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk kompos secara mandiri.

biopori
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja pembuatan biopori sebagai metode pengolahan sampah organik. (Foto: Istimewa)

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di tujuh dusun, yakni Cambayya, Katimorang, Mangepong, Bonto Lonrong, Taiparapang, Dongkokang, dan Pangngai, Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini digagas oleh Dugarry Ambu Buntugayang yang sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab. Pembuatan dan pemasangan biopori turut dihadiri kepala dusun serta warga setempat yang berdomisili di masing-masing dusun.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh persoalan menumpuknya sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga di lingkungan warga serta masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berupaya memberikan solusi praktis dengan mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang multifungsi dan ramah lingkungan.

Pembuatan biopori berfokus pada tahapan pembuatan dan pemasangan alat biopori, mulai dari penggunaan pipa yang tersedia, penentuan ukuran panjang pipa, pembuatan lubang pada pipa, penentuan lokasi pemasangan biopori, hingga tahapan penggunaannya.

Metode kegiatan dikemas melalui sosialisasi dan praktik langsung di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman kepada warga bahwa limbah yang selama ini dibuang justru dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Selama kegiatan berlangsung, warga di lokasi menunjukkan respons yang sangat baik. Kepala dusun yang turut hadir juga memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pembuatan alat biopori diharapkan dapat mempermudah warga dalam memilah dan mengolah kembali sampah organik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga mengenai cara membuat pupuk kompos secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan sampah organik melalui teknik biopori.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lonrong dapat terus menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.