Banyuasin,Domainrakyat.com-Rabu (15/4/2026) Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama PDAM Tirta Betuah menggelar rapat evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus merumuskan strategi kerja tahun 2026. Rapat yang berlangsung di Rumah Dinas Sekretaris Daerah Banyuasin ini menjadi momentum penting untuk membenahi kualitas pelayanan air bersih yang selama ini masih dikeluhkan sebagian masyarakat.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng. Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa pelayanan publik, khususnya distribusi air bersih, harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Ia menyoroti masih lambatnya respons terhadap keluhan masyarakat dan meminta PDAM Tirta Betuah segera melakukan terobosan melalui layanan pengaduan terpadu berbasis digital yang aktif selama 24 jam.
“Pelayanan tidak boleh menunggu. Saya minta dibuat pusat pengaduan online 24 jam, manfaatkan WhatsApp, Instagram, TikTok, dan platform lainnya. Yang terpenting adalah respons cepat dan ada update setiap hari agar masyarakat merasa diperhatikan,” tegasnya.
Lebih jauh, Sekda menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya melalui program, tetapi juga melalui kecepatan dan ketepatan dalam menanggapi persoalan di lapangan, seperti kebocoran pipa, distribusi air yang tidak merata, hingga kualitas air yang diterima warga.
Dalam rapat tersebut, isu klasik seperti gangguan distribusi dan rendahnya tekanan air di beberapa wilayah kembali menjadi sorotan. Hal ini dinilai perlu penanganan serius melalui peningkatan infrastruktur dan manajemen operasional yang lebih baik.
Selain itu, Sekda juga mendorong percepatan kerja sama dengan pihak ketiga sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan air bersih di Kabupaten Banyuasin. Ia optimistis, kerja sama yang telah dirintis dapat segera direalisasikan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pihak ketiga harus diperkuat. MoU sudah dilakukan, target kita groundbreaking bisa dimulai pada 2027 dan tahun 2028 masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Tak hanya soal teknis, Sekda juga mengingatkan pentingnya budaya evaluasi dalam tubuh organisasi. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik, baik dari internal maupun eksternal, menjadi kunci dalam mendorong perbaikan berkelanjutan.
“Evaluasi adalah kebutuhan. Jangan alergi terhadap kritik. Justru dari sana kita bisa melihat kekurangan dan menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Betuah, Hendra Gunawan, S.T., M.M., menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan tersebut, termasuk memperkuat sistem layanan pengaduan dan meningkatkan kualitas distribusi air secara bertahap.
Rapat evaluasi ini turut membahas capaian kinerja tahun 2025, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta strategi konkret untuk meningkatkan pelayanan pada tahun 2026. Diharapkan, hasil evaluasi ini mampu menjadi pijakan dalam menghadirkan layanan air bersih yang lebih merata, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Banyuasin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Alpian Soleh, M.M., Kepala Inspektorat Drs. H. Alamsyah Rianda, M.H., Sekretaris Bappeda Litbang Zainal Makmun, S.Sos., M.H., perwakilan Dinas PUPR Banyuasin, serta jajaran manajemen dan kepala unit PDAM Tirta Betuah.






