Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja PELITA DESA (Penguatan Literasi Data bagi Perangkat Desa dan Masyarakat Desa) di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/07/2026), di Kantor Desa Bonto Majannang ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa mengenai pentingnya data serta membangun budaya sadar data melalui penyuluhan yang disertai pembagian buku saku edukatif sebagai panduan praktis bagi peserta.
Program PELITA DESA merupakan program kerja Muhammad Faturrahman, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin, yang berfokus pada peningkatan literasi data untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengelolaan desa.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya data dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak menyadari bahwa berbagai aktivitas sederhana, seperti hasil panen, biaya usaha, kegiatan desa, hingga aktivitas rumah tangga, menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan.
Sebagai bentuk penguatan materi, setiap peserta juga memperoleh Buku Saku PELITA DESA yang disusun oleh mahasiswa KKN. Buku saku tersebut memuat materi literasi data, pentingnya pencatatan, contoh pencatatan sederhana, serta pemanfaatan data dalam kehidupan sehari-hari. Buku saku ini diharapkan menjadi media belajar yang membantu peserta membiasakan diri mencatat dan memanfaatkan data setelah kegiatan berakhir.
Kepala Dusun Kayu Reku, Jufriadi, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan kesadaran baru mengenai pentingnya data bagi masyarakat.
“Penyuluhan ini sangat luar biasa karena memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa data tidak bisa dianggap remeh. Data yang dicatat dapat menjadi bahan evaluasi sehingga kegiatan yang akan datang bisa direncanakan dengan lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Staf Kaur Perencanaan Desa Bonto Majannang, Jamaluddin, yang menilai materi penyuluhan sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Pencatatan sederhana sangat bermanfaat untuk mengetahui perkembangan usaha, mengevaluasi hasil pertanian maupun perkebunan, serta melihat keuntungan dan kerugian yang diperoleh,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin turut mendukung terbentuknya budaya sadar data melalui edukasi dan pembiasaan pencatatan data sederhana.
Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Poin 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) melalui peningkatan literasi data masyarakat, serta SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa) dengan mendorong pemanfaatan data dalam pengelolaan usaha pertanian, perkebunan, peternakan, dan kegiatan ekonomi lainnya.
Diharapkan, masyarakat dan perangkat desa dapat memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan guna mendukung pembangunan Desa Bonto Majannang yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berbasis data.



Tinggalkan Balasan