Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pembuatan gelang handmade bagi ibu rumah tangga dan remaja putri di Masjid Lembang Loe, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WITA itu mendapat dukungan dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, perangkat dusun, serta masyarakat setempat.
Pelatihan tersebut merupakan program kerja individu Annisa Syahra Aprilia H, mahasiswa Program Studi Sosiologi Angkatan 2023 Universitas Hasanuddin. Program ini merupakan bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Desa. Dari tema tersebut, Annisa memilih memusatkan programnya pada pemberdayaan perempuan melalui pelatihan membuat gelang handmade dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan utama.
Peserta diajak membuat gelang secara langsung mulai dari proses membentuk bahan hingga tahap akhir. Selain menjadi keterampilan baru, hasil kerajinan yang dibuat juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin 5 (Kesetaraan Gender) dan SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus memanfaatkan kembali limbah plastik.

Annisa mengatakan, ia sengaja memilih program ini karena melihat perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan potensi desa apabila diberikan ruang untuk belajar dan berkarya.
“Tema KKN kami adalah pemberdayaan desa. Dari tema itu saya memilih fokus pada pemberdayaan perempuan karena saya ingin ibu-ibu dan remaja putri di Desa Bonto Tiro memiliki keterampilan yang bisa terus dikembangkan. Harapan saya, pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi menjadi awal lahirnya kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, Hartuti, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang lebih positif.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus karena dapat menjadi wadah bagi ibu-ibu agar tidak hanya menghabiskan waktu di rumah, tetapi juga melakukan kegiatan yang bermanfaat. Semoga keterampilan dan kreativitas perempuan di Desa Bonto Tiro terus berkembang dan ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Hartuti.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN memberikan hadiah kepada beberapa peserta dengan hasil gelang paling kreatif sebagai bentuk apresiasi. Antusiasme peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Bonto Tiro.



Tinggalkan Balasan