PALEMBANG, Domainrakyat.com – Peristiwa tragis yang melibatkan sesama anggota TNI terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Insiden yang dikenal dengan kasus TNI tembak TNI di cafe itu mengakibatkan seorang prajurit bernama Pratu FAA meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya.

Kejadian tersebut berlangsung di Panhead Cafe, Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa itu langsung menggegerkan masyarakat dan menjadi perhatian serius jajaran Kodam II/Sriwijaya.

Pihak TNI memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden berdarah tersebut. Kodam II/Sriwijaya juga meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Kronologi Awal Insiden Penembakan di Cafe

Korban diketahui merupakan anggota Denkesyah 02.04.04 Palembang. Hingga kini, aparat Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/Sriwijaya masih mendalami kronologi lengkap penembakan yang menewaskan prajurit tersebut.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania menjelaskan, Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan jajaran intelijen dan Polisi Militer untuk bergerak cepat menangani kasus tersebut.

“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya melakukan penyelidikan mendalam agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat,” ujar Yordania dalam keterangannya.

Dalam proses penyelidikan, aparat telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, hingga melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap perangkat telepon milik beberapa saksi guna memperkuat alat bukti dan mengetahui detail komunikasi sebelum kejadian berlangsung.

Serda RN Diperiksa Intensif

Terkait kasus TNI tembak TNI di cafe, seorang anggota TNI berinisial Serda RN kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya.

Serda RN diketahui merupakan personel Batalyon Raider 200 Gandus. Namun hingga kini, pihak Kodam belum menjelaskan secara rinci mengenai status maupun dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut.

“Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini masih diperiksa secara intensif,” kata Yordania singkat kepada wartawan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan profesional.

Kodam Evaluasi Pengawasan Prajurit

Insiden ini juga memicu evaluasi internal di lingkungan Kodam II/Sriwijaya. Pangdam disebut telah menginstruksikan seluruh komandan satuan agar memperketat pengawasan terhadap personel masing-masing.

Langkah tersebut diambil untuk menjaga disiplin prajurit dan mencegah peristiwa serupa kembali terjadi di kemudian hari.

“Seluruh jajaran diminta meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap anggota secara optimal,” tegas Kapendam.

Kasus penembakan antaranggota TNI ini masih terus berkembang. Publik kini menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui motif dan kronologi lengkap di balik tragedi yang merenggut nyawa Pratu FAA tersebut.