BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan program Santri Mengajar dengan menerjunkan sekitar 70 santri dari berbagai pondok pesantren ke 26 sekolah tingkat SD dan SMP. Program ini menjadi upaya memperkenalkan kehidupan pesantren sekaligus menanamkan nilai akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, program tersebut bukan sekadar kegiatan berbagi ilmu agama, melainkan jembatan untuk mempererat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan pesantren. Melalui interaksi langsung di ruang kelas, para pelajar diharapkan memahami bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa.
Menurut Ipuk, pesantren tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat pendidikan karakter di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam program ini, para santri berbagi pengetahuan tentang tradisi keislaman, ilmu diniyah, serta pengalaman kehidupan di lingkungan pesantren. Kehadiran mereka di sekolah diharapkan mampu membuka wawasan pelajar sekaligus menghapus anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berkutat pada pembelajaran agama tanpa kontribusi terhadap kehidupan sosial.
Salah satu pelaksanaan kegiatan terlihat di SMPN 1 Banyuwangi, Senin (19/11/2026). Para santri berinteraksi langsung dengan pelajar dalam suasana pembelajaran yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengenalan nilai-nilai positif yang diterapkan dalam kehidupan pesantren.
Antusiasme juga dirasakan para santri yang terlibat. Syifa, santri Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi, mengaku senang mendapat kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman dengan para pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan orang banyak.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banyuwangi, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa program Santri Mengajar merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang diisi berbagai kegiatan sejak 15 Oktober. Agenda tersebut dirancang untuk memperluas kontribusi santri, tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas.
Selain Santri Mengajar, rangkaian kegiatan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis bagi ribuan santri pada 15 Oktober, Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Rembug Santri pada 20 Oktober, Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Entrepreneur pada 22 Oktober. Berbagai agenda itu diarahkan untuk memperkuat peran santri dalam bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pengembangan ekonomi.
Program Santri Mengajar juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa santri memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan bekal ilmu agama, pembentukan karakter, dan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, para santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam menghadapi tantangan pendidikan dan pembangunan daerah.
Kini, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah santri yang diterjunkan atau sekolah yang dikunjungi. Dampak nyata terhadap karakter pelajar, keberlanjutan kolaborasi antara sekolah dan pesantren, serta kemampuan santri mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat menjadi tolok ukur penting. Pemkab Banyuwangi diharapkan terus menjaga kesinambungan program agar semangat Hari Santri tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan tumbuh menjadi gerakan pendidikan karakter yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.