Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan menjadi sinyal bahwa AHY mulai menunjukkan kesiapan menghadapi kontestasi Pilpres 2029.

Menurut Doli, sikap tersebut dapat terlihat dari cara AHY menyampaikan pernyataannya, gestur, hingga posisi politik yang ditunjukkannya.

“Dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang,” kata Doli di Jakarta, Senin.

Doli melihat situasi tersebut sebagai tanda bahwa persaingan menuju Pilpres 2029 mulai semakin terbuka. Berbagai kekuatan politik, menurut dia, juga mulai memberikan perhatian dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi mendatang.

Meski menilai pernyataan AHY sebagai sinyal politik, Doli menyebut Partai Golkar sependapat dengan substansi yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Ia menilai pentingnya menjaga pertumbuhan demokrasi, menjalankan tanggung jawab seluruh institusi negara, memastikan pemerintah menjalankan tugas utamanya, serta menjaga hak dan kewajiban warga negara.

Doli juga menyoroti posisi AHY yang saat ini menjadi bagian dari pemerintahan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat AHY turut memiliki tanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Kesulitan yang dihadapi rakyat adalah tanggung jawab seluruh pihak. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Di tengah munculnya pernyataan tersebut, Doli menegaskan Partai Golkar menghormati agenda, sikap, keputusan, serta langkah setiap partai politik. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari kedaulatan dan kewenangan masing-masing partai.

Untuk Partai Golkar sendiri, Doli mengatakan fokus hingga 2029 masih diarahkan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kami saat ini, hingga 2029, tetap fokus untuk membantu mensukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran, membantu sekuat tenaga agar rakyat bisa segera keluar dari masalah yang dihadapi,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu.

Sebelumnya, AHY menyampaikan kepada kader Partai Demokrat bahwa kekuasaan bukan sesuatu yang dapat dimiliki seseorang untuk selamanya. Ia menegaskan kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato dalam acara HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (6/9).

AHY menyebut prinsip tersebut perlu terus dipegang oleh kader Partai Demokrat. Hal itu dinilai penting untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia agar tetap sehat.

Menurut AHY, demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga. Demokrasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih sekaligus dipilih sebagai pemimpin.