Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja SIAP DESA (Sistem Informasi dan Publikasi Desa) melalui pelatihan pengelolaan website bagi perangkat desa di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/07/2016).

Program ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola media informasi desa secara mandiri guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, khususnya dalam memperkuat kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif melalui optimalisasi penyebaran informasi publik.

Program SIAP DESA dilaksanakan sebagai solusi atas belum optimalnya pengelolaan website desa yang sering kali tidak berlanjut setelah berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membangun website profil Desa Bonto Tiro menggunakan Google Sites, tetapi juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa mengenai pengelolaan website, mulai dari memperbarui informasi, mengunggah berita kegiatan, hingga mempublikasikan konten secara mandiri. Dengan demikian, website desa diharapkan menjadi media informasi resmi yang terus aktif dan mampu mendukung transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa.

Mahasiswa juga menyusun buku saku sebagai panduan praktis yang dapat digunakan oleh perangkat desa dalam mengelola website setelah pelaksanaan KKN berakhir.

Pendampingan dilakukan melalui demonstrasi penggunaan Google Sites serta praktik langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan pengelolaan website.

“Program SIAP DESA kami rancang bukan hanya untuk menghasilkan sebuah website, tetapi juga membangun kapasitas perangkat desa agar mampu mengelolanya secara mandiri. Harapannya, website ini dapat menjadi media informasi resmi Desa Bonto Tiro yang selalu diperbarui sehingga masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” ujar Karmila, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin sekaligus pelaksana program kerja.

Perangkat Desa Bonto Tiro mengikuti pelatihan dengan antusias dan mempraktikkan secara langsung cara mengelola website, mulai dari memperbarui konten hingga mempublikasikan berita kegiatan desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan informasi yang lebih sistematis di lingkungan Pemerintah Desa Bonto Tiro.

Isra, selaku perangkat Desa Bonto Tiro, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi program SIAP DESA ini karena tidak hanya memberikan website baru, tetapi juga mengajarkan kami cara mengelolanya. Dengan adanya pelatihan ini, perangkat desa menjadi lebih memahami bagaimana mempublikasikan berita dan informasi desa secara optimal sehingga website dapat terus dimanfaatkan sebagai media informasi resmi bagi masyarakat,” ungkap Isra.

Melalui program SIAP DESA, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap Pemerintah Desa Bonto Tiro dapat terus mengembangkan website sebagai media informasi resmi desa yang dikelola secara mandiri.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, website diharapkan mampu mendukung keterbukaan informasi publik, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel.