Bantaeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa “Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) bagi petani di Desa Bonto Majannang”, di Kantor Desa Bonto Majannang pada Selasa (21/07/2026)

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan mikroorganisme lokal sebagai alternatif untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada petani dalam membuat dan memanfaatkan MOL secara mandiri. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya kesehatan tanah, fungsi mikroorganisme sebagai agen dekomposer, manfaat MOL, hingga cara pengaplikasiannya pada lahan pertanian. Mahasiswa juga mendampingi peserta mempraktikkan pembuatan MOL menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan, seperti humus bambu, kentang, garam, dan air.

Penanggung jawab program, St. Fatimah, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar mereka.

“MOL merupakan kumpulan mikroorganisme yang membantu menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang dapat dimanfaatkan tanaman. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi sederhana ini untuk meningkatkan kesehatan tanah serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujarnya.

Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di lahan pertanian.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh dan cara pembuatannya juga sederhana. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa diterapkan untuk meningkatkan hasil pertanian,” ungkapnya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKNT-116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Majannang dapat memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) secara berkelanjutan sebagai alternatif yang mudah, murah, dan ramah lingkungan untuk menjaga kesuburan tanah. Penerapan MOL diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan sumber daya lokal, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Desa Bonto Majannang.